Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Panitia Lokal 17 yang tersebar di berbagai lokasi se-Kota Padang. Namun ada yang berbeda di lokasi ujian Universitas Bung Hatta.
Begitu usai ujian, peserta dapat sejenak melepaskan stress menghadapi ujian dengan menyaksikan pameran berbagai karya mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan “ FTSP-EXPO di pelataran parkir gedung B Kampus UBH.
Selain menyaksikan berbagai karya itu, ada atraksi Pesawat Aeromodeling yang membawa terbang spanduk promosi Universitas Bung Hatta. Atraksi itu sendiri dilakukan oleh pilot-pilot yang tergabung dari Pusako Aeromodeling Club.
[ Selengkapnya... ]
Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Hafrijal Syandri,MS menegaskan, biaya uang kuliah bagi calon mahasiswa baru tahun akademik 2009-2010 di UBH jauh lebih murah bila dibanding dengan program Non Reguler di PTN, hal ini sekaligus membantah adanya isu yang beredar bahwa kuliah di Universitas Bung Hatta itu mahal.
“Tahun tahun sebelumnya orang tua calon mahasiswa dibebani uang pembangunan sebesar Rp3 juta yang dibayar selama 4 kali cicilan, namun sejak tahun akdemik 2006/2007 lalu uang pembangunan tersebut tidak ada lagi, artinya mahasiswa baru hanya akan membayar uang kuliah, atau uang Sistem Kredit Semester (SKS) yang jumlahnya hanya berkisar Rp.1,5 juta sampai dengan Rp.1,8 juta saja.” Sebut Hafrijal didampingi oleh Warek I, II dan III di sela-sela ujian SNMPTN, PL 17 Padang di Kampus UBH
[ Selengkapnya... ]
Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UBH, Ir. Hendri Warman MSCE mengatakan, dunia jasa konstruksi dan arsitektur memperlihatkan kondisi yang cerah dan menarik didalami. Faktor yang mendukungnya, tak lain masih terbatasnya jumlah tenaga teknik sipil maupun arsitek di Indonesia, khususnya Sumbar. Ditambah lagi, dunia teknik sipil sangat dibutuhkan masyarakat sepanjang waktu, terutama negara berkembang.
“Perkembangan dunia jasa konstruksi, khususnya di Sumbar, memperlihatkan pencerahan. Terlebih lagi, bergairahnya kembali dunia proverti dan sektor pembangunan pisik lainnya belakangan ini. Mengakibatkan kebutuhan terhadap tenaga teknik sipil dan arsitektur meningkat. Sehingga waktu tunggu bagi tamatan teknik sipil dan perencanaan sebelum bekerja paling lama 6-12 bulan,” ujar Hendri Warman di sela-sela acara FTSP Expo UBH, Rabu (1/7) dipelataran parkir gedung B Universitas Bung Hatta.
[ Selengkapnya... ]