pasal 1. Sentral, jaringan dan pelayanan telepon
Dasar Telkomunikasi oleh redy tornand01.1. Pendahuluan
Def. Telekomunikasi adalah pertukaran informasi ( perubahan ) jarak jauh.
Dasar Telkomunikasi oleh redy tornand01.1.1 Telekomunikasi dasar ( primitip) adalah point to point ( p t p ) dimana ada source ( orginating ) dan sink ( destination ) . Untuk dapat memulai dan mengakhiri komunikasi antara kedua pihak harus ada tanda ( signaling ) yang dikenal oleh kedua pihak. Fungsi signaling dalam p t p adalah tanda untuk memulai dan mengakhiri komunikasi.
Dasar Telkomunikasi oleh redy tornand01.1.2 Telekomunikasi lebih lanjut berbentuk Point to multipoint ( ptm ). Untuk ptm searah disebut Broadcast. Dalam hal ini tidak diperlukan signaling. Untuk p t m dua arah maka diperlukan signaling.
Dasar Telkomunikasi oleh redy tornand01.1.3 Telekomunikasi jenis berikutnya adalah point to multipoint dengan bantuan operator melalui switch board . ( bintang )
Dasar Telkomunikasi oleh redy tornand0Pada telekomunikasi jenis ini maka fungsi operator adalah membantu menyambungkan kedua pihak yang ingin berkomunikasi.
Untuk membayangkan Switch board seperti pada gambar dibawah ini.
Jika A ingin berhubungan dengan C maka proses pembangunan hubungan sebagai berikut :
Dasar Telkomunikasi oleh redy tornand0• A memberi tanda kepada operator ( Seizure ) bahwa dia ingin dilayani.
• Operator melihat seizure ( ada tanda alert pada switch board) tersebut kemudian memberi tanda idle kepada A(idle tone ), tanda dia siap melayani.
• A menjawab tanda tersebut dengan menyebutkan dengan siapa dia mau berkomunikasi. ( dalam hal ini dengan C) dial
• Maka Operator segera menghubungkan kontak A dengan kontak C pada switch boardnya. penyambungan
• Operator memanggil C ( ringing tone ) dan C tahu ada seseorang yang ingin bicara dengannya.
• C mengangkat handsetnya dan langsung bicara dengan A , sementara itu Operator memantau bahwa hubungan sudah terjalin. Operator mencatat nomor pemanggil (originating), nomor yang dipanggil ( terminating ) dan waktu mulai pembicaraan ( start Billing)
• Kemudian melepas pelayanannya untuk melayani sambungan yang lainnya
• Sambil melayani pelanggan lain, selama pembicaraan operator melakukan pemeriksaan apakah pembicaraan masih berlangsung (Monitoring / Pengawasan).
• Jika A dan C sudah selesai berkomunikasi, maka salah satu pihak atau keduanya memberikan tanda kepada operator bahwa untuk putuskan hubungan ( release signal ) . Dalam hal A dan C lupa mengirimkan release signal (karena salah taruh ) , setelah beberapa waktu maka operator akan kembali dan memonitor hubungan A dan C. Jika pada jalur itu sudah tidak ada pembicaraan maka hubungan akan diputusnya ( Force release ).
• Pada saat pemutusan hubungan, operator mencatat pada rekord tadi, saat akhir hub. (end of billing )
• Seorang pelanggan dapat meminta dihubungkan ke pelanggan dikota lain yang dilayani operator lain. Untuk pelayanan tersebut, maka pada switch board disediakan terminal yang berhubungan dengan operator lain kota. Dan Operator lain kota itu akan melakukan penyambungan kepelanggan yang dituju ( routing ).
• Bisa saja, operator terminating tidak mempunyai hubungan langsung dengan operator originating, sebab itu operator tersebut meminta pertolongan operator kota ke tiga yang mempunyai hubungan dengannya dan operator terminating. (alternate route).
Konfigurasi jaringan antara operator dengan pelanggan didaerahnya disebut jaringan lokal, sedangkan hubungan antara operator disebut Junction.
Dasar Telkomunikasi oleh redy tornand0Ketersediaan operator tergantung pada :
- Jumlah pelanggan yang minta dihubungkan dalam satu satuan waktu dan kebiasaan pelanggan bertelepon (traffik )
- dan berapa banyak operator yang ada serta berapa lama satu hubungan berlangsung (Kapasitas ).
- Jumlah pelanggan pada tiap sentral lokal dapat banyak tetapi tidak semua ingin berhubungan . Hubungan yang terjadi tidak selalu keluar sentral lokal hingga circuit antar sentral dapat di batasi sesuai kebutuhan. Dikatakan “pada sentral terjadi konsentrasi saluran )
- Jumlah utas kabel yang tersedia untuk menghubungkan
Misalkan sebuah switch board dengan 100 pelanggan, tentu tidak akan menyediakan 50 utas tali. Tidak semua pelanggan dalam saat yang sama ingin melakukan hubungan.
Sekarang fungsi operator telah diganti dengan mesin dan disebut sentral telepon. Mula mula sentral telepon mekanik, Store Program control dan sekarang sentral digital.
Cara – cara perlintasan sinyal untuk terjadinya suatu sambungan disebut sinyaling ( signaling ). Sinyaling ini ditentukan berdasarkan rekomendasi ITU – T* ( International Telecommunication Union - bagian telepon, Telegraph dan Telex )
ITU adalah badan PBB yang bertanggung jawab untuk pengaturan pertelekomunikasian. Seperti halnya PBB maka ITU tidak berhak mengatur suatu negara, hanya dapat memberikan rekomendasi suatu pengaturan yang dapat menyeragamkan seluruh negara.
Dalam ITU terdapat study group – study group (SG) yang mempelajari kemajuan teknologi dan menerapkan dalam pengaturan. Anggota study group tersebut adalah utusan dari tiap negara. Pada dasarnya SG dibagi dua yaitu ITU –T dan ITU – R. ITU-T mempelajari masalah perteleponan, telegram, telex, pengolahan sinyal serta jaringan . Sedangkan ITU – R mempelari penggunaan gelombang radio dan pengaturan frekwensinya.
Biasanya, pengaturan yang diterapkan di suatu negara diatur oleh pemerintah c. q. Direktorat Jendral Telekomunikasi dan berlaku untuk semua penyelenggara telekomunikasi dinegara tersebut. Pengaturan yang dikeluarkan oleh dirjen Postel dituangkan dalam buku yang disebut “Fundamental Plan for Telecommunication”
• Jaringan bintang biasanya diterapkan pada sentral lokal, sentral satu gedung privat ( PBX – Privat Branch Exchange)
Pertanyaan:
- Sebutkan bagian – bagian sebuah sentral menurut penjelasan fungsinya diatas. ( MDP = Main distribution Panel untuk titik terima kabel pelanggan di sentral , matrix penyambung untuk melakukan penyambungan, pengendali penyambungan central processor / dalam hal diatas operator, catu daya untuk memberi catuan listrik)
- Apakah operator berada dalam sistem sentral atau diluarnya
- Apakah fungsi / kerja sentral?
- Berapa lamakah operator harus siap melayani ?
- Berapa lamakah rata – rata seorang pelanggan berbicara?
- Berapa perbandingan ( kira – kira ) antara waktu pembicaraan rata – rata dengan waktu penyambungan oleh operator?
- Apakah perlu untuk diteliti secara statistik banyaknya penyambungan dari waktu ke waktu? Jika ya apakah harus operator yang mengerjakan? Bagaimana pendapat anda?
- Jika penyambungan dilakukan dengan mesin, seperti komputer bagaimanakah perbandingan diatas?
- Jika utas tali penghubung : jumlah pelanggan semakin kecil apakah yang akan terjadi ?
- Apakah etika seorang operator yang harus dipatuhi benar?
- Sebutkan faktor – faktor yang menentukan keberha-silan penyambungan.
- ITU tidak bisa memaksakan pengaturannya terhadap suatu negara. Apakah yang terjadi jika suatu negara tidak menerapkan aturan rekomendasi ITU?
- Bagaimana pengaturan mengenai billing ( sistem penagihan ) yang baik harus dilakukan oleh penyelenggara telekomunikasi ?
- Siapakah yang berhak dan berkewajiban untuk membuat / menetapkan fundamental plan?
- Bolehkah penyelenggara Telekomunikasi mengisi bagian dari Fundamental plan? Mengapa?
1 2 » selanjutnya Dasar Telkomunikasi oleh redy tornand0