EnglishIndonesia

Link

.: Link Lain :.

Online

Pengunjung: 7, Anggota: 0 ...

paling banyak berkunjung: 106
(anggota: 0, pengunjung: 106) pada 19 Ags : 05:52
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom

.: Apa itu RSS :.
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean
Abjad Pertama Judul Tulisan
&ABDEFGHIJKLMNOPQRSTUW semuanya Daftar
01 23
Al-Arba'a, 14 Muharram 1429 H - 12:10:45
oleh: Antoni., SE., ME



Ekonomi ASEAN pada saat sekarang masih dibayangi oleh ketidakpastian pertumbuhan, ekonominya walaupun masih terlihat dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi beberapa Negara ASEAN tahun 2004. Sedangkan Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2005 akan mencapai 5,7 persen. Angka ini berarti meningkat dibandingkan prediksi semula sebesar 5,5 persen tahun 2004. Dampak ketidakpastian tersebut disebabkan oleh lonjakan harga minyak dunia. Selain itu ketidakstabilan nilai tukar mata uang. Sehingga ketidakpastian tersebut, juga akan mengganggu proses pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Pertumbuhan ekonomi ASEAN yang cukup tinggi selama tahun 2004 tersebut antara lain disebabkan oleh meningkatnya permintaan eksternal dan naiknya harga komoditas non-minyak. Kenaikan harga minyak saat ini akan memberikan dampak yang lebih besar pada ekonomi ASEAN. Kenaikan harga minyak tersebut diperkirakan akan menekan nilai tukar di kawasan ASEAN dan meningkatkan tekanan inflasi. Selain dari itu perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan Cina yang menjadi mitra dagang utama negara ASEAN diperkirakan akan memberikan dampak yang cukup signifikan di kawasan ASEAN.
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Dari beberapa negara ASEAN, hanya Indonesia dan Kamboja yang revisi pertumbuhan ekonominya dinaikkan. Pertumbuhan ekonomi Thailand direvisi dari 5,6 persen menjadi 4 persen. Malaysia direvisi dari 5,7 persen menjadi 5,1 persen. Filipina direvisi dari 5 persen menjadi 4,7 persen. Sementara Vietnam tetap di kisaran 7,6 persen. Faktor menyebabkan pertumbuhan ekonomi ASEAN bergerak melemah. Misalnya saja Filipina dan Thailand yang cukup terpukul oleh tingginya harga minyak dan gagal panen. Filipina plus Malaysia juga tertekan oleh melambatnya sektor elektronik dunia. Namun khusus untuk Indonesia, ADB menilai faktor-faktor negatif tersebut bisa ditutupi oleh membaiknya iklim investasi. Sementara Vietnam tertolong oleh tingkat pertumbuhan yang baik. Secara keseluruhan, ADB merevisi pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara turun menjadi 5 persen, dari semula 5,4 persen. ADB juga menyebutkan, karena kebanyakan negara Asia adalah net importir minyak dan juga digolongkan sebagai kawasan yang tidak efisien dalam penggunaan energi, maka kawasan Asia sangat rentan oleh kenaikan harga minyak dunia.
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
The Global Development Finance (GDF) mencatat, selama tahun 2004, sekitar 74 persen atau US$ 143,7 miliar dari total arus modal yang mengalir ke negara emerging market masuk ke Asia, termasuk ASEAN. Tingginya arus modal masuk ini terutama disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keterbukaan ekonomi, penerapan kebijakan ekonomi yang market friendly dan prospek ekonomi yang dinilai baik. Meskipun mendapat keuntungan dari masuknya modal (capital inflow) yang sebagian besar di antaranya dalam bentuk Foreign Direct Investment (FDI), arus modal juga telah meningkatkan kerentanan terhadap mata uang negara ASEAN. Berdasarkan kepada teori ekonomi dan penelitian sebelumnya, terdapat dua bentuk hubungan antara FDI dengan perdagangan antar negara iaitu sama ada (1) FDI merupakan pengganti atau pelengkap kepada perdagangan antar negara, atau (2) FDI menjadi penyebab kepada perdagangan antar negara atau sebaliknya. Karena FDI dianggap sebagai satu pemicu pertumbuhan ekonomi khususnya melalui pertumbuhan sektor ekspor dan import, menyediakan peluang pekerjaan, transfer teknologi dan sebagainya Foreign direct investment semenjak masuknya ke negara ASEAN tahun 2002 disebabkan semakin menguatnya stabilitas ekonomi dan pasar baik di pasar uang maupun pasar modal. Mengenai perkembangan perekonomian ASEAN-5 yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Philipina semakin tumbuh dan berkembang. Sedangkan perekonomian ASEAN-4 yang terdiri dari Kamboja, Laos, Myamar dan Vietnam serta Brunei Darusalam semakin terbuka dan tumbuh. Investasi Langsung Luar negeri (FDI) dan perkembangan perdagangan di dunia wujud di negara-negara ASEAN, karena menarik FDI dari negara maju di samping meningkatkan investasi dan perdagangan antar ASEAN.
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Oleh karena itu Bank Sentral negara ASEAN menerapkan berbagai kebijakan yang bersifat spesifik dan berjangka waktu relatif pendek, yang ditujukan untuk memelihara kestabilan nilai tukar. Hal itu dimaksudkan agar dapat memberikan peluang yang lebih besar untuk mencapai tujuan kebijakan ekonomi masing-masing negara, yaitu pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Namun demikian, hal ini bukan berarti ASEAN akan meninggalkan pendekatan kebijakan yang bersifat terbuka dan berorientasi pasar. Tetapi ASEAN akan tetap mempertahankan kebijakan ekonomi yang terbuka, dengan berupaya mencapai kebijakan arus modal yang stabil dan lancar. Mata uang ASEAN saat ini sangat rentan karena faktor internal dan eksternal. Secara internal, mengecilnya pasar valas menjadi faktor utama. Secara eksternal, rentannya mata uang ASEAN disebabkan oleh beberapa faktor, seperti ketidakseimbangan dunia, kemungkinan naiknya suku bunga The Fed, dan meningkatnya spekulasi dalam rangka mengantisipasi revaluasi yuan. Untuk mengantisipasi tantangan tersebut, perekonomian ASEAN cenderung untuk membatasi spekulasi yang berlebihan akibat meningkatnya arus modal yang kurang terkendali. Upaya lain untuk mengurangi kerentanan eksternal di kawasan regional adalah dengan membuat kesepakatan antara Bank Sentral negara-negara ASEAN.
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Disamping itu Bank Indonesia memberikan langkah-langkah inisiatif bagi ekonomi nasional (Indonesia) kedepananya, yang pertama di bidang moneter yang terdiri dari 3 inisiatif yaitu memperdalam pasar keuangan domestik, memperkuat efektivitas penerapan Inflation Targeting Framework (ITF) dan membangun perangkat analisa kebijakan menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Kedua Inisiatif di bidang sektor riil. Perbaikan daya saing daerah untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 adalah kunci bagi perbaikan daya saing nasional di era tersebut (bank Indonesia 2008). Oleh karena itu, Bank Indonesia melihat pentingnya untuk lebih mempertajam fungsi-fungsi advisory dan fasilitasi Kantor-Kantor BI (KBI) di daerah serta pemanfaatnya sebagai pembentuk modal sosial di daerah kerjanya. Oleh karena itu, program Reorientasi KBI perlu perkuat implementasinya (Baharuddin, bank Indonesia 2008). Selain dari tu dalam memperdalam pasar keuangan domestik untuk meningkatkan daya tahan dan stabilitas sistem keuangan serta meminimalisir potensi gejolak dari pasar keuangan global, perlu adanya pasar keuangan domestik yang lebih kuat, dalam dan likuid.
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME

Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME


Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME
Artikel Ekonomi Lain
Penguatan Ekonomi Dalam Negeri dalam Menghadapi Resesi Ekonomi Amerika Serikat
oleh Antoni., SE., ME
Rabu 23 Januari 2008 - 12:10:15
Al-Arba'a, 14 Muharram 1429 H - 12:10:15
Tantangan Ekonomi Indonesia Menghadapi Globalisasi Ekonomi Tahun 2008
oleh Antoni., SE., ME
Rabu 23 Januari 2008 - 12:09:32
Al-Arba'a, 14 Muharram 1429 H - 12:09:32
Kelapa Sawit dan Kesejahteraan Petani di Pedesaan Daerah Riau
oleh Almasdi Syahza
Sabtu 18 Agustus 2007 - 15:12:06
As-Sabt, 4 Sha'ban 1428 H - 15:12:06
Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau
oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MP
Selasa 07 Agustus 2007 - 11:14:55
Ats-Tsalatsa, 23 Rajab 1428 H - 11:14:55
Pembangunan Agro Estate Kelapa Sawit Dalam Upaya Percepatan Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan
oleh Almasdi Syahza
Rabu 01 Agustus 2007 - 12:57:05
Al-Arba'a, 17 Rajab 1428 H - 12:57:05
Pengembangan Kinerja Usaha Kecil Ditinjau Dari Aspek ......
oleh Antoni.,SE.,ME
Senin 19 Maret 2007 - 08:22:36
Al-Itsnayna, 29 Safar 1428 H - 08:22:36
IRIF dan Siapkah Pemda Sumbar Menjaring Investor ?
oleh Dr.Ir.Agustedi,MS
Senin 06 November 2006 - 10:23:21
Al-Itsnayna, 14 Shawwal 1427 H - 10:23:21
Pola Pengembangan Lokasi dan Daya Saing Kawasan Ekowisata
oleh Antoni.,SE.,ME
Selasa 03 Oktober 2006 - 10:31:32
Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:31:32
Dampak Hutang Luar Negeri dan Variabel Makro Ekonomi Lainnya Terhadap Perekonomian Indonesia
oleh Antoni.,SE.,ME
Selasa 03 Oktober 2006 - 10:29:57
Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:29:57
Strategi Pemberdayaan Industri Kecil Berbasis Agroindustri di Pedesaan
oleh Ir. Muhibbullah Azfa Manik, MT
Rabu 15 Juni 2005 - 15:46:43
Al-Arba'a, 8 Jumada Al-Ula 1426 H - 15:46:43
Saatnya Melepas Dollar
oleh Endri, SE.MA
Rabu 04 Mei 2005 - 07:41:11
Al-Arba'a, 25 Rabi Al-Awwal 1426 H - 07:41:11
Analisis Penentuan Keputusan Investasi: Studi Kasus Saham PT Lippo Bank Tbk (LPBN)
oleh Endri, SE.MA
Sabtu 23 April 2005 - 07:46:14
As-Sabt, 14 Rabi Al-Awwal 1426 H - 07:46:14
Galeri Random
   Berita Kampus
»KESEMPATAN EMAS BAGI MASYARAKAT YANG SIBUK UNTUK KULIAH DI FPIK UBH
Mulai semester Ganjil 2008/2009 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta memberik ...
»
Hukum UBH - BILA BEBERAPA FILTUR DALAM WEB INI TIDAK BISA ANDA AKSES, PENGELOLA MOHON MAAF. KARENA W ...
»Pengiriman Mahasiswa Mengikuti Kompetisi Matematika Tingkat Nasional
Lima orang mahasiswa akan dikirim mengikuti kompetisi matematika tingkat nasional pada tanggal 12 - ...
»Mahasiswa FTI-UBH, Olah Kotoran Ternak Jadi Energi Listrik
Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Muhammad Nizam Ibka menci ...
»Bupati Tanah Datar Meresmikan Kincir Air Kerjasama Dengan Universitas Bung Hatta
Dalam rangka meningkatkan komunikasi yang produktif antar stakeholders, Forum Komunikasi dan Konsult ...
Copyright (c) Universitas Bung Hatta
Design by Djamboe WebDesign
Development by Djamboe WebDesign