Link
Online
Pengunjung: 6,
Anggota: 0 ...
paling banyak berkunjung: 106
(anggota: 0, pengunjung: 106) pada 19 Ags : 05:52
e-Learning Univ. Bung Hatta
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
.: Apa itu RSS :.
|
Mengendalikan Korosi
|
Ats-Tsalatsa, 25 Safar 1429 H - 13:26:24
oleh: Ir. Edi Septe.S, MT |
Korosi merupakan proses atau reaksi elektrokimia yang bersifat alamiah dan berlangsung dengan sendirinya, oleh karena itu korosi tidak dapat dicegah atau dihentikan sama sekali. Korosi hanya bisa dikendalikan atau diperlambat lajunya sehingga memperlambat proses perusakannya.Dilihat dari aspek elektrokimia, korosi merupakan proses terjadinya transfer elektron dari logam ke lingkungannya. Logam berlaku sebagai sel yang memberikan elektron (anoda) dan lingkungannya sebagai penerima elektron (katoda). Mengendalikan Korosi oleh Ir. Edi Septe.S, MT q Pengendalian Korosi Sumuran dan Korosi Celah Mengendalikan Korosi oleh Ir. Edi Septe.S, MTPengendalian korosi sumuran dan korosi celah dilakukan dengan metoda yang sama. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah: Mengendalikan Korosi oleh Ir. Edi Septe.S, MT (1) Pemilihan material yang tahan korosi menjadi cara utama pengendalian korosi ini. Mengendalikan Korosi oleh Ir. Edi Septe.S, MT Paduan yang tahan terhadap korosi sumuran juga tahan korosi celah. Peningkatan krom, nikel dan molybdenum akan meningkatkan ketahanan terhadap korosi sumuran dan korosi celah untuk baja tahan karat. Paduan nikel dengan kandungan krom dan molybdenum yang sama akan memiliki ketahanan yang lebih baik (dan lebih mahal) dari baja tahan karat. Mengendalikan Korosi oleh Ir. Edi Septe.S, MT Unsur ikutan atau pengotor seperti karbon dan sulfur biasanya menurunkan ketahanan paduan tahan karat ’iron and nickel based alloys’. Paduan titanium memiliki ketahanan terhadap korosi sumuran di lingkungan yang agresif tetapi rentan terhadap korosi celah dilingkungan yang mengandung klorida dan larutan halida lainnya pada temperatur diatas 70 oC. Mengendalikan Korosi oleh Ir. Edi Septe.S, MT (2) Agresifitas larutan dapat dikurangi dengan menurunkan kandungan klorida, keasaman dan atau temperaturnya, menghambat aliran proses pembentukan deposit, mengeliminasi terakumulasinya hidrolisa produk korosi, serta menurunkan pH. Mengendalikan Korosi oleh Ir. Edi Septe.S, MT (3) Memberi unsur penghambat di larutan (inhibitors), juga dapat dilakukan untuk pengendalian korosi sumuran dan korosi celah, tetapi penerapan cara ini harus diperhitungkan dengan baik, karena apabila kandungan inhibitor yang terdapat dilarutan tidak cukup, maka pada beberapa bagian peralatan dapat terjadi kerusakan berupa lubang kecil yang dalam. Mengendalikan Korosi oleh Ir. Edi Septe.S, MT (4) Protekasi katodik juga dapat mengendalikan korosi sumuran dan korosi celah untuk peralatan yang digunakan dilingkungan laut, tetapi cara ini tidak selalu menjadi pilihan yang memungkinkan untuk aliran proses kimia yang agresif. Mengendalikan Korosi oleh Ir. Edi Septe.S, MT (5) Korosi celah dapat dikontrol melalui perencanaan dengan cara menghindari adanya celah-celah. Peralatan harus direncanakan lengkap dengan saluran pembuangan dan menghindarkan daerah yang menyebabkan tertahannya atau mengendapnya larutan. Sambungan las temu (butt-joint) pada struktur akan lebih baik diaplikasikan dibanding sambungan paku keling atau sambungan ulir. Mengendalikan Korosi oleh Ir. Edi Septe.S, MT (6) Membersihkan permukaan logam apabila memungkinkan, akan menurunkan terjadinya korosi sumuran dan korosi celah. Menghilangkan partikel padat yang dilakukan untuk meminimalkan pembentukan deposit (endapan). q Pengendalian Korosi Galvanik Pengendalian korosi galvanik dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu : (1) Menghindarkan terjadinya hubungan galvanik logam. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memilih material yang memiliki potensial yang tidak jauh berbeda (berdekatan pada Galvanic Series) pada saat perencanaan. (2) Mengontrol Anoda. Apabila hubungan galvanik tidak dapat dihindarkan, maka logam yang menjadi daerah anoda hendaknya diperluas atau dibuat lebih tebal. Secara ekonomis, akan lebih baik lagi dilakukan dengan membuat anoda menjadi bagian yang mudah diganti. (3) Pemasangan sekat antara dua bagian logam yang berhubungan biasanya salah satu cara yang dilakukan untuk menghindari terjadinya hubungan galvanik. (4) Menghindarkan terjadinya cacat lapisan. Pada pelapisan logam hubungan galvanik akan terjadi apabila lapisannya pecah, oleh karena itu pada saat proses pelapisan dilakukan harus dihindarkan terjadinya cacat pelapisan yang dapat menjadi anoda yang sangat kecil sekalipun. q Pengendalian Korosi Retak Tegang Pengendalian korosi retak tegang dapat dilakukan dengan mengeliminasi salah satu dari tiga faktor berikut, yaitu : tegangan tarik, lingkungan kritis dan paduan yang rentan terhadap korosi. (1) Mengeliminasi tegangan tarik yang terjadi pada bagian kritis komponen atau peralatan dapat dilakukan dengan re-disain. Selain itu penurunan tegangan tarik sisa pada logam dapat dilakukan dengan perlakuan panas anil. (2) Pengontrolan lingkungan dapat dilakukan dengan cara menurunkan agent oksidasi (yang membuat oksigen terlarut), menghindarkan adanya unsur-unsur kritis yang terdapat pada larutan, serta memberi unsur penghambat di larutan (inhibitors). Pelapisan (coating) juga merupakan salah satu cara untuk membatasi interaksi logam yang dilindungi dengan lingkungannya, namun cara ini kurang efektif karena tidak dapat menahan zat kimia yang agresif. (3) Memilih paduan yang memiliki ketahanan korosi terhadap lingkungan tertentu merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan. Selain itu merubah proporsi elemen pemadu pada paduan logam, sehingga memiliki kekuatan yang lebih tinggi atau merubah struktur metalurginya dapat meningkatkan ketahanan logam tersebut terhadap korosi retak tegang. (4) Penerapan proteksi katodik juga dapat dilakukan untuk pengendalian korosi retak tegang, namun cara ini dapat mempercepat terjadinya hydrogen induced cracking. Oleh karena itu penerapan proteksi katodik hanya efektif dilakukan pada paduan yang memilki tegangan tinggi dan mengalami retak oleh mekanisme anodik. q Pengendalian Korosi Retak Fatik Korosi retak fatik (corrosion fatique cracking) dapat dikendalikan dengan beberapa cara, yaitu : (1) Menurunkan laju korosinya, dengan cara mengganti peralatan yang digunakan dengan paduan logam yang memiliki ketahanan korosi yang baik sehingga laju korosinya menjadi lebih lambat. (2) Membatasi interaksi logam dengan lingkungannya. Cara ini dilakukan dengan memberi unsur penghambat di larutan (inhibitors), atau membuat lapisan pelindung yang membatasi larutan korosif dengan permukaan logam. Pelapisan anoda tumbal seng (galvanis) untuk melindungi baja (yang bersifat katodik) dapat melindungi baja tersebut dari korosi retak fatik. (3) Melakukan re-disain terhadap peralatan yang digunakan untuk menurunkan atau menghindarkan terjadinya tegangan berulang pada peralatan tersebut. (4) Melakukan proteksi katodik adalah cara lain pengendalian korosi retak fatik yang dapat dilakukan, namun sebelum cara ini dilakukan harus dipastikan tidak mengakibatkan terjadinya hydrogen induced cracking, karena pada kasus tertentu penerapan proteksi katodik biasanya dapat menimbulkan hydrogen induced cracking. (5) Mereduksi oksidator, dan (6) meningkatkan pH larutan. q Pengendalian Retak yang Disebabkan oleh Hidrogen Mengeliminasi terjadinya keretakan yang disebabkan oleh hidrogen (hydrogen induced cracking) pada logam dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain : (1) Menghilangkan sumber hidrogen atau membatasi interaksi hidrogen dengan logam. Cara ini dapat dilakukan dengan tidak menerapkan pegendalian korosi proteksi katodik atau melakukan proses pelapisan galvanis, karena kedua hal tersebut dapat menimbulkan pembentukan hidrogen di permukaan logam. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian unsur penghambat pada larutan (inhibitors) atau membuat lapisan inert pada logam, sehingga tidak terjadi interaksi antara logam dan hidrogen yang terdapat dilingkungannya. Khusus untuk baja karbon atau baja paduan rendah pengendalian terhadap terjadinya keretakan yang disebabkan oleh hidrogen dapat dilakukan dengan meningkatkan pH larutan, karena hal ini akan menurunkan laju korosi dan derajat produksi hidrogen pada permukaan logam tersebut. (2) Menurunkan tegangan tarik. Penurunan tegangan tarik logam ini dapat dilakukan dengan memberikan perlakuan panas anil atau pembakaran (baking), karena proses tersebut dapat menghilangkan tegangan tarik sisa pada logam. Selain itu pada saat pemanasan akan terjadi peningkatan mobilitas hidrogen sehingga dapat melepaskan hidrogen terlarut pada logam. (3) Menurunkan level tegangan. Penurunan level tegangan yang terjadi pada peralatan dapat dilakukan dengan merencanakan kembali peralatan yang digunakan sesuai dengan kondisi lingkungannya. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan pemaduan kembali atau memberi perlakuan panas pada logam yang digunakan, sehingga logam menjadi lebih kuat dan kemampuannya terhadap tegangan yang terjadi relatif lebih baik. (4) Memilih paduan yang memiliki ketahanan yang lebih baik, seperti penggunaan paduan yang memiliki sel satuan face centered cubic (paduan nikel) sebagai pengganti baja ferritik, karena paduan nikel lebih tahan korosi dan hydrogen induced cracking.
Tentang Penulis:
Ir. Edi Septe.S, MT
Dosen Jurusan Teknik Mesin Universitas Bung Hatta Mengendalikan Korosi oleh Ir. Edi Septe.S, MT
Artikel Keteknikan Lain
 |
Ketidak pastian uji korosi oleh Yuli Panca Asmara Jumat 01 Agustus 2008 - 08:58:17 Al-Jum'a, 28 Rajab 1429 H - 08:58:17 |
 |
ESTIMASI LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT oleh Ija Darmana Jumat 09 Mei 2008 - 10:43:40 Al-Jum'a, 3 Jumada Al-Ula 1429 H - 10:43:40 |
 |
Korosi “Perusak yang Terabaikan” oleh Ir. Edi Septe.S, MT Selasa 04 Maret 2008 - 13:24:59 Ats-Tsalatsa, 25 Safar 1429 H - 13:24:59 |
 |
Potential Energy Saving by Variable Speed Control of Compressor for Roof-Top Bus Air Conditioning System oleh Dr. Ir. Henry Nasution, MT Selasa 04 Maret 2008 - 10:53:01 Ats-Tsalatsa, 25 Safar 1429 H - 10:53:01 |
 |
Application of Fuzzy Logic Control for Roof-Top Bus Multi-Circuit Air Conditioning System oleh Dr. Ir. Henry Nasution, MT Selasa 04 Maret 2008 - 10:52:44 Ats-Tsalatsa, 25 Safar 1429 H - 10:52:44 |
 |
Optimum Number of Stages of the New Multi-Stage oleh Ardiyansyah Rabu 16 Mei 2007 - 08:05:34 Al-Arba'a, 28 Rabi Al-Thani 1428 H - 08:05:34 |
 |
Karakterisasi Aliran Dua Fase (Cair-Gas) Searah Vertikal ke Atas Dalam Saluran: "Pola Aliran" oleh Henry Nasution Senin 29 Januari 2007 - 08:11:22 Al-Itsnayna, 10 Muharram 1428 H - 08:11:22 |
 |
Hemat Energi pada Sistem "Air Conditioning" Sebagai Upaya Mengatasi Krisis Energi di Indonesia oleh Henry Nasution Jumat 26 Januari 2007 - 09:03:12 Al-Jum'a, 7 Muharram 1428 H - 09:03:12 |
 |
Energy Analysis of An Air Conditioning System Using PID And Fuzzy Logic Controllers oleh Henry Nasution Kamis 25 Januari 2007 - 08:06:08 Al-Hamis, 6 Muharram 1428 H - 08:06:08 |
 |
Energy Analysis of an Air Conditioning System using Fuzzy Logic Controller oleh henrynasution Kamis 25 Januari 2007 - 08:05:31 Al-Hamis, 6 Muharram 1428 H - 08:05:31 |
 |
Energy and Compressor Performance of an Air Conditioning System using PID Controller oleh henrynasution Kamis 25 Januari 2007 - 08:04:04 Al-Hamis, 6 Muharram 1428 H - 08:04:04 |
 |
Listrik, Nikmat Allah yang Jarang Disyukuri oleh Ir. Muhibbullah Azfa Manik, MT Selasa 16 Januari 2007 - 14:48:48 Ats-Tsalatsa, 26 Dhul Hijja 1427 H - 14:48:48 |
 |
Dasar Telkomunikasi oleh redy tornand0 Kamis 07 Desember 2006 - 11:48:33 Al-Hamis, 16 Dhul Qada 1427 H - 11:48:33 |
 |
Pemanfaatan Sekam Padi Sebagai Sumber Energi oleh Ir. Muhibbullah Azfa Manik, MT Senin 27 November 2006 - 09:01:17 Al-Itsnayna, 6 Dhul Qada 1427 H - 09:01:17 |
 |
Potential Electricity Savings by Variable Speed Control of Compressor for Air Conditioning Systems oleh henrynasution Selasa 11 April 2006 - 07:59:50 Ats-Tsalatsa, 12 Rabi Al-Awwal 1427 H - 07:59:50 |
 |
The Application of Variable Speed Controls to Air-Conditioning System oleh henrynasution Rabu 11 Januari 2006 - 08:06:19 Al-Arba'a, 11 Dhul Hijja 1426 H - 08:06:19 |
 |
Fuzzy Logic at Education and Industries oleh Reza Jufansyah, S.T Senin 19 September 2005 - 15:39:53 Al-Itsnayna, 15 Sha'ban 1426 H - 15:39:53 |
 |
Strategi Pencegahan Sampah/Limbah oleh Pasymi, ST.MT. Senin 11 Juli 2005 - 13:11:40 Al-Itsnayna, 4 Jumada Al-Thani 1426 H - 13:11:40 |
 |
Batubara Sebagai Sumbar Bahan Bakar Alternatif oleh Pasymi, ST.MT. Senin 11 Juli 2005 - 13:10:04 Al-Itsnayna, 4 Jumada Al-Thani 1426 H - 13:10:04 |
 |
Teknologi Informasi Dalam Dunia Pendidikan oleh Ir. Arnita, MT Selasa 19 April 2005 - 10:37:36 Ats-Tsalatsa, 10 Rabi Al-Awwal 1426 H - 10:37:36 |
 |
Prospek Profesi dan Pendidikan Quantity Surveying (QS) di Indonesia oleh Nasfryzal Carlo dan Martalius Peli Jumat 15 April 2005 - 15:17:51 Al-Jum'a, 6 Rabi Al-Awwal 1426 H - 15:17:51 |
|
|