Link
Online
Pengunjung: 9,
Anggota: 0 ...
paling banyak berkunjung: 106
(anggota: 0, pengunjung: 106) pada 19 Ags : 05:52
e-Learning Univ. Bung Hatta
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
.: Apa itu RSS :.
|
Saatnya Melepas Dollar
|
Al-Arba'a, 25 Rabi Al-Awwal 1426 H - 07:41:11
oleh: Endri, SE.MA |
Bagi investor yang memiliki instrumen investasi dalam bentuk valuta asing dollar Amerika Serikat (AS), saat ini merupakan momen yang paling tepat untuk meraup keuntungan dalam pasar valas dengan melepas dollar yang dimiliki dan mengganti dengan instrumen investasi yang lain, misalnya deposito rupiah. Nilai tukar rupiah mengalami titik terendah sejak April 2002, dimana pada perdagangan dollar di pasar spot antar bank di Jakarta Selasa 26 April 2005 telah mencapai Rp. 9.750 per dollar AS. Penulis memperkirakan minimal sebulan yang akan datang nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dollar AS pada kisaran Rp. 9.300-9.400 per dollar AS. Perkiraan tersebut didasarkan atas pertimbangan beberapa faktor yang mempengaruhi fluktuasi nilai tukar dimana sebagian besar dari faktor tersebut mendukung penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Saatnya Melepas Dollar oleh Endri, SE.MA1. Kebijakan Bank Indonesia dan PemerintahSaatnya Melepas Dollar oleh Endri, SE.MABank Indonesia (BI) dan Pemerintah telah melakukan mengambil langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan nilai rupiah dari keterpurukan. Sinergi antara otoritas moneter (BI) dan pemerintah diharapkan dapat menstabilkan pasar valas yang bergejolak dan spekulasi yang berlebihan. BI bergerak cepat dengan melakukan intervensi di pasar valuta dan menerapkan dua kebijakan strategis sekaligus dinilai cukup efektif: Saatnya Melepas Dollar oleh Endri, SE.MA- Mengurangi posisi devisa neto (PDN) perbankan, dari setinggi-tingginya 30% menjadi setinggi-tingginya 20%.
- Mengelar operasi pasar terbuka (OPT) dengan menggunakan instrumen “fine tune kontraksi” (FTK) untuk menyerap kelebihan likuiditas di perbankan. Dengan kebijakan FTK ini, BI mampu menyerap dana perbankan sebesar Rp. 1,7 triliun.
Disamping itu, BI masih menyiapkan satu kebijakan, yakni swap and forward transaction untuk memenuhi kebutuhan dollar AS BUMN yang cukup besar, melanjutkan kenaikan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) secara signifikan dimana berdasarkan hasil lelang SBI Rabu 20 April 2005 SBI berjangka sebulan sudah mencapai 7,71 persen. Langkah yang diambil oleh BI juga diperkuat lagi dengan langkah pemerintah menukar hasil penerbitan obligasi global senilai satu miliar dollar AS ke rupiah sehingga turut memperkuat rupiah dan menambah cadangan devisa. Terakhir pemerintah melarang Pertamina masuk ke pasar secara langsung membeli dollar AS untuk pembayaran pembeliaan minyak mentah. Pertamina harus mendapatkan dollar AS dari Bank Indonesia melalui perbankan. Saatnya Melepas Dollar oleh Endri, SE.MAEfektivitas dari langkah-langkah yang telah diambil oleh BI dan pemerintah dalam mencegah kemerosotan nilai tukar rupiah sudah mulai membuahkan hasil dimana nilai tukar rupiah di pasar spot antar bank di Jakarta ditutup menguat secara signifikan 135 poin menjadi Rp. 9. 560 per dollar AS. Kecedrungan rupiah terus menguat makin terbuka jika BI dan pemerintah tetap konsisten dengan kebijakan yang dilakukan dalam penguatan rupiah. BI sendiri optimis rupiah akan kembali menguat dan mencapai Rp.8.800-Rp.8.900 per dolar AS pada akhir tahun ini sesuai dengan harapan pemerintah yang tertuang dalam asumsi APBN-Perubahan sebesar Rp.8.900 per dollar AS. Saatnya Melepas Dollar oleh Endri, SE.MA2. Tingkat InflasiSaatnya Melepas Dollar oleh Endri, SE.MAKebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) per-1 Maret 2005, telah memicu laju inflasi bulan Maret sebesar 1,91 persen dan inflasi year on year (Maret 2004-Maret 2005) sebesar 8,81 persen. Kenaikan Inflasi ini dapat menyebabkan nilai tukar rupiah mengalami depresiasi melalui mekanisme berikut: Saatnya Melepas Dollar oleh Endri, SE.MA- Inflasi menyebabkan harga barang dalam negeri menjadi tidak kompetitif dalam perdagangan internasional, sehingga menyebabkan ekspor menurun dan supply dollar ke dalam negeri berkurang.
- Disisi lain, inflasi menyebabkan permintaaan terhadap impor akan meningkat, sehingga menyebabkan permintaan terhadap dollar juga meningkat.
Perkiraan terhadap laju inflasi pada bulan-bulan yang akan datang tidak sebesar bulan Maret, sehingga diharapkan tidak memberikan dampak negatif terhadap nilai tukar rupiah. Saatnya Melepas Dollar oleh Endri, SE.MA3. Perbedaan Suku BungaSaatnya Melepas Dollar oleh Endri, SE.MAKebijakan Bank Sentral AS menaikkan suku bunga 25 basis poin pada tangga 23 Maret 2005 menjadi 2,75% per tahun menyebakan semakin mengecilnya perbedaan suku bunga dollar dan rupiah. Dalam satu tahun terakhir kenaikan suku bunga dollar lebih pesat daripada kenaikan suku bunga rupiah. Akibatnya perbedaan suku bunga dollar dan rupiah (untuk tempo satu bulan) menipis dari 7,2 persen akhir tahun 2003 menjadi 4,6 persen di akhir Maret 2005. Dampaknya spekulator valas, yang biasanya meminjam dolar untuk membeli rupiah jika selisih bunganya tinggi, merasa suku bunga rupiah terlalu rendah. Mereka lalu menjual rupiahnya dan kembali membeli dollar yang mengakibatkan melemahnya rupiah. Diperkirakan perbedaan suku bunga rupiah dengan dollar makin melebar sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) berjangka satu bulan, dimana pada lelang Rabu/20 Maret 2005 meningkat sebesar 17 poin menjadi 7,73 % untuk satu bulan. Dengan asumsi faktor lain konstan maka kemungkinan rupiah kembali menguat terbuka lebar apalagi jika BI terus menaikkan suku bunga pada lelang berikutnya. Saatnya Melepas Dollar oleh Endri, SE.MA1 2 » selanjutnya Saatnya Melepas Dollar oleh Endri, SE.MA
Artikel Ekonomi Lain
 |
PENGARUH PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP EKONOMI REGIONAL DAERAH RIAU oleh Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP Selasa 09 September 2008 - 13:11:36 Ats-Tsalatsa, 8 Ramadan 1429 H - 13:11:36 |
 |
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME Rabu 23 Januari 2008 - 12:10:45 Al-Arba'a, 14 Muharram 1429 H - 12:10:45 |
 |
Penguatan Ekonomi Dalam Negeri dalam Menghadapi Resesi Ekonomi Amerika Serikat oleh Antoni., SE., ME Rabu 23 Januari 2008 - 12:10:15 Al-Arba'a, 14 Muharram 1429 H - 12:10:15 |
 |
Tantangan Ekonomi Indonesia Menghadapi Globalisasi Ekonomi Tahun 2008 oleh Antoni., SE., ME Rabu 23 Januari 2008 - 12:09:32 Al-Arba'a, 14 Muharram 1429 H - 12:09:32 |
 |
Kelapa Sawit dan Kesejahteraan Petani di Pedesaan Daerah Riau oleh Almasdi Syahza Sabtu 18 Agustus 2007 - 15:12:06 As-Sabt, 4 Sha'ban 1428 H - 15:12:06 |
 |
Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MP Selasa 07 Agustus 2007 - 11:14:55 Ats-Tsalatsa, 23 Rajab 1428 H - 11:14:55 |
 |
Pembangunan Agro Estate Kelapa Sawit Dalam Upaya Percepatan Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan oleh Almasdi Syahza Rabu 01 Agustus 2007 - 12:57:05 Al-Arba'a, 17 Rajab 1428 H - 12:57:05 |
 |
Pengembangan Kinerja Usaha Kecil Ditinjau Dari Aspek ...... oleh Antoni.,SE.,ME Senin 19 Maret 2007 - 08:22:36 Al-Itsnayna, 29 Safar 1428 H - 08:22:36 |
 |
IRIF dan Siapkah Pemda Sumbar Menjaring Investor ? oleh Dr.Ir.Agustedi,MS Senin 06 November 2006 - 10:23:21 Al-Itsnayna, 14 Shawwal 1427 H - 10:23:21 |
 |
Pola Pengembangan Lokasi dan Daya Saing Kawasan Ekowisata oleh Antoni.,SE.,ME Selasa 03 Oktober 2006 - 10:31:32 Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:31:32 |
 |
Dampak Hutang Luar Negeri dan Variabel Makro Ekonomi Lainnya Terhadap Perekonomian Indonesia oleh Antoni.,SE.,ME Selasa 03 Oktober 2006 - 10:29:57 Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:29:57 |
 |
Strategi Pemberdayaan Industri Kecil Berbasis Agroindustri di Pedesaan oleh Ir. Muhibbullah Azfa Manik, MT Rabu 15 Juni 2005 - 15:46:43 Al-Arba'a, 8 Jumada Al-Ula 1426 H - 15:46:43 |
 |
Analisis Penentuan Keputusan Investasi: Studi Kasus Saham PT Lippo Bank Tbk (LPBN) oleh Endri, SE.MA Sabtu 23 April 2005 - 07:46:14 As-Sabt, 14 Rabi Al-Awwal 1426 H - 07:46:14 |
|
|